Anggota Komeks Tegas Tolak PT Liga Prima Indonesia


Anggota Komite Eksekutif PSSI, LA Nyalla Mattalitti, tegas menolak penggunaan nama PT. Liga Prima Indonesia (LPI) untuk badan pengelolaan kompetisi musim depan.
La Nyala, di sela rapat Komite Eksekutif PSSI, Jumat (16/9/11) malam WIB, mengungkapkan bahwa kompetisi liga musim depan tetap akan memakai nama Liga Super Indonesia/Indonesia Super League (ISL).
Hasil rapat tersebut diantaranya memutuskan bahwa kompetisi musim depan tetap akan memakai format satu wilayah dan dihuni oleh sebanyak 18 klub.
"Minggu depan sudah akan diverifikasi kembali. Jika nanti salah satu dari 18 itu tidak memenuhi syarat, klub yang ada di level bawahnya akan naik ke atas," ungkapnya.
"Yang jelas, kita mengacu pada ISL yang lama. Semuanya sama, tidak ada level satu level dua. Yang ada divisi satu, divisi utama, dan ISL."
"Nama tetap ISL, jika kita merubah namanya. Maka, hal itu sama saja merubah statuta."
Ditambahkan Nyalla bahwa anggota komite eksekutif PSSI hingga kini masih belum menyetujui nama PT. Liga Prima Indonesia.
"Untuk PT sampai saat ini masih belum kami setujui. Sampai saat ini masih kita bahas," tandasnya.
Sebelumnya, anggota Komite Eksekutif PSSI sekaligus ketua Komite Kompetisi PSSI Sihar Sitorus terus menyosialisasikan bahwa kompetisi musim depan akan berformat dua wilayah dan dikelola oleh PT Liga Prima Indonesia (PT LPI).
Musim lalu, pengelolaan liga profesional Indonesia dipegang oleh PT. Liga Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar