'Kompetisi yang Benar? Ya, Liga Super Indonesia'


Kelompok klub yang menolak berpartisipasi dalam kompetisi Indonesian Premier League (IPL) gelaran PT. Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS), yakin berada di jalan yang benar.
PSSI telah menunjuk LPIS untuk mengelola kompetisi profesional kasta teratas bertajuk IPL dengan 24 peserta, namun sebaliknya, klub-klub tersebut ingin agar liga kasta teratas tetap digelar di bawah pengelolaan PT. Liga Indonesia (PTLI) dengan jumlah peserta 18 klub dan bernama Indonesian Super League (ISL), sesuai kongres PSSI di Bali lalu.
Kelompok yang saat ini sudah diikuti oleh 13 klub itu berniat menunjuk PTLI untuk menggelar Liga Super Indonesia. Meskipun rencana tersebut kemungkinan besar ditentang PSSI, mereka tetap yakin liga ini legal.
Sebaliknya, kelompok ini menyebut IPL yang ilegal karena bergulir sebelum terjadi pengesahan pemain dan menyertakan klub-klub yang dijatuhi hukuman pada kongres Bali.
“Kalo besok digulirkan, sementara pengesahan pemain belum. Itu menyalahi statuta, juga dengan mengikutkan Persema Malang dan Persibo Bojonegoro yang dikeluarkan PSSI. Dalam Surat Keputusan Kongres Bali hanya 18 klub yang ikut ISL,” jelas Harbiansyah, ketua umum Persisam Samarinda, anggota paling vokal dari kelompok ini, dalam jumpa pers di Senayan, Jakarta, Jumat (14/10/11).
“Kalau kami dibilang ilegal, itu kata mereka (PSSI). Kami tetap di bawah PSSI, kami hanya tunjukkan penyelenggaraan liga yang benar,” lanjutnya.
Ketua umum Persiba Balikpapan, Syahril Taher, yang juga hadir dalam jumpa pers tersebut menambahkan, “Kita tetap di bawah naungan PSSI. Kami sudah sepakat akan memutar liga sendiri. Klub memiliki kekuasaan yang lebih besar dari PSSI.”
“Kita tidak melanggar statuta. Kemenangan Djohar (Arifin, ketua umum PSSI) tidak terlepas dari kami. Saat itu kami ingin ada perubahan terhadap sepak bola, tetapi ternyata justru ada banyak yg dilanggar. Kita sadar itu dan kita tidak ingin melanggar statuta,” Syahril melanjutkan.
Pelanggaran Statuta yang dimaksud Syahril adalah bahwa semua yang sudah diputuskan lewat kongres, hanya bisa dibatalkan atau diubah lewat kongres pula. Ini pula yang ditegaskan salah seorang anggota Komite Eksekutif PSSI, La Nyalla Mattalitti.
“Kalau mereka (PSSI) ngeyel (menolak PTLI dan ISL), saya tanya apa dasarnya? PTLI tidak bisa dibubarkan lewat rapat Komite Eksekutif, harus lewat kongres. Kalau mau, silakan bikin kongres dulu,” ucapnya di tempat yang sama.
Ke-13 klub serta perwakilan yang menandatangani kesepakatan untuk menolak berpartisipasi adalah:
Persipura Jayapura: H.M Thamrin
PSPS Pekanbaru: Boy Sobirin
Deltras Sidoarjo: Doddy Matondang
Persidafon Dafonsoro: Azwar
Pelita Jaya: Rahim Soekasah
Persiba Balikpapan: Syahril Taher
Persela Lamongan: Aprihadi
Sriwijaya FC: Hendri Zainudin
Mitra Kukar: Rony Fauzan
Persiwa Wamena: Agus Santoso
Semen Padang: Erizal Anwar
Persisam Samarinda: Harbiansyah
Persebaya Surabaya: Wishnu Wardhana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar